Wednesday, March 8, 2017

KISAH Cinta Dalam Secangkir Kopi Asin

Ini adalah kisah cinta antara kakek Arun dan nenek Gemma. Mendengar kisah cinta mereka, aku menyadari bahwa ternyata cinta sejati itu memang ada. Dan ingin segera kulupakan sakit hatiku karena kisah cintaku sendiri.

Semoga cerita ini juga bisa menyembuhkan kekecewaan akan cintamu saat ini...

Nenekku populer sebagai gadis yang tercantik di kotanya saat itu. Banyak pemuda yang menaruh hati pada nenek dan bersedia memberikan cintanya. Mulai dari yang tampan hingga yang kaya berusaha menarik perhatian nenek, tetapi nenek tak pernah tertarik pada semua pemuda itu.

Hingga suatu saat kakek bertemu nenek di sebuah pesta. Kakekku adalah pemuda yang biasa-biasa saja. Tidak tampan, dan tidak kaya. Hari itu ia mengumpulkan semua keberanian dirinya untuk menyapa nenek. Mengajaknya sekedar menikmati secangkir kopi di sebuah coffee shop di ujung kota. Entah mengapa nenek mengiyakan ajakannya. Berharap segera keluar dari hiruk pikuk pesta.

Di sana mereka duduk berhadapan, dengan wajah cemas kakek berharap bisa berbincang banyak dengan nenek yang saat itu cuek dan tak terlihat tertarik sama sekali. Kata nenek sih, ia menerima ajakan kakek karena telah merasa bosan dengan pesta tersebut. Nenek menggunakan alasan kakek agar ia bisa pergi dan segera pulang. Di tengah perbincangan yang membisu, kakek memanggil pelayan coffee shop tersebut. "Pak, bolehkah aku meminta sedikit garam untuk dimasukkan pada kopi ini?" Semua orang yang ada di sekitar kakek dan nenek keheranan. Untuk apa garam dimasukkan ke dalam secangkir kopi?

Hal tersebut berhasil menarik perhatian nenek. "Untuk apa kau menaruh garam di dalam kopimu?" tanya nenek.

"Oh... ini hanya sebuah kebiasaan lama ayahku. Dulu aku tinggal di sebuah desa dekat pesisir pantai. Di sana kami biasa menambah garam pada kopi agar tetap ingat pada laut, tempat tinggal kami. Dan, hari ini aku rindu kampung halamanku. Aku juga rindu pada orang tuaku yang sudah meninggal. Agar aku tak lupa akan mereka, aku terbiasa menaruh garam di dalam kopiku," tutur kakek.
Nenekpun merasa tersentuh. Tak pernah ditemui pemuda semanis kakek. Sejak saat itu, mereka selalu pergi berkencan dan bercerita panjang lebar. Merekapun akhirnya menikah. Hidup bahagia, hingga punya banyak anak dan cucu.
Suatu kali, di ulang tahun pernikahan ke-50, kakek akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Di sebuah kotak berisi perhiasan kado ulang tahun pernikahan, ditinggalkannya secarik surat untuk nenek. Karena mata nenek sudah kurang awas untuk membaca, maka ia memintaku untuk membacanya. Kira-kira beginilah isi surat itu...

Gemma yang terkasih,
Aku meminta maaf akan sebuah kesalahan yang sangat besar, yang pernah kulakukan sepanjang hidupku. Aku menyimpan sebuah kebohongan besar selama ini. Ingatkah saat aku mengajakmu ke coffee shop hari itu? Saat itu aku sangat gugup sekali. Saking gugupnya aku ingin meminta tambahan gula untuk kopiku. Namun, entah kenapa yang terucap adalah aku meminta garam.

Aku tak ingin terlihat konyol di depanmu. Dan akhirnya aku mengarang cerita itu. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Kau terlihat begitu cantik dan sempurna, hingga aku tak ingin melepaskanmu.

Tetapi, percayalah sayang... bahwa sepanjang hidupku aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan diriku. Sehingga sekalipun setiap pagi kau buatkan kopi asin itu, semua selalu terasa manis karenamu. Jujur saja, kau mungkin tak akan suka rasanya, karena sebenarnya rasanya sungguh tidak enak.

Gemma, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu.

Air mata nenekpun turun membasahi pipinya. Ia sadar betapa besarnya cinta kakek padanya. Sejak saat itupun ia selalu menambahkan garam di dalam kopinya. Setiap kali ada orang yang bertanya bagaimanakah rasa kopi bila ditambah garam, ia akan menjawabnya "rasanya manis sekali :)"

Sunday, January 15, 2017

Sruput Wedang Uwuh . . . gerrr Nikmat



Hari sudah mulai agak sore, ya sekitar jam 3an lah..... hujan juga tidak reda-reda,  sholat Ashar di Masjid pulang kehujanan, 
Baju jadi alum (Basah-basah gimana gitu.. hee), dalam hati enaknya cari yang anget2, Teringat minggu lalu habis beli bahan2 buat wedang uwuh.
“Wedang uwuh??” mungkin ada sebagian yang belum tahu apa itu wedang uwuh. Minuman khas jawa tepatnya dari daerah Istimewa Yogyakarta...tapi initinya wedang uwuh minuman tradisional berkhasiat tingggi heehee

Langsung saja saya kasih tahu bahannya yaitu jahe, kayu secang, daun cengkeh, daun kayu manis, cengkeh dan daun pala/ daun salam Plus gula batu sebagai pemanis alami.
Semua bahan-bahan tersebut dicampur jadi satu dan diseduh dengan air panas (lebih enak yang habis mendidih). Setelah bahan dimasukkan dan dikasih air panas tadi diamkan sejenak, oiya khusus jahenya lebih baik di geprek dulu sebelum dimasukkan.
Ingat diamkan dulu, jangan langsung diminum.. lha kenapa? Satu karena masih panas yg bisa bikin lidah berlarian hehe, Kedua lihat dan nikmati perubahan warna dan aroma wedang nya. Air sedikit2 berumah ke merah-merahan menggoda karena kayu sechang... aroma wangi, hangat dan seger tercium dari campuran jahe, kayu manis, daun salam, cengkeh dll. Setelah itu coba sruputt sedikit airnya, rasakan cita rasa hangat jahe...segernya cengkeh daun sere kayu manis terasa seger dan nikmat di padu dengan gula batu yang manis2 malu2in :D
Diminum sebelum suhu wedangnya turun. Intinya wedang uwuh ini rasanya unik menghangatkannya tidak tertutup. 
Kata para ahli (nggak tahu ahli apa :D , Manfaat yang dimiliki wedang uwuh cukup banyak. Didukung oleh rempah-rempah yang berkhasiat. Jahe membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah dan membantu menyembuhkan radang sendi. Kayu secang yang menyebabkan warna minumannya merah, mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.  Wedang uwuh dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, melegakan pernapasan, mengusir masuk angin dan perut kembung. Tentunya efek kesehatan muncul dengan dosis tertentu (yang belum saya dapat informasinya :)) dan frekuensi minum yang teratur. Yang jelas ketika meminumnya, tubuh kita akan langsung terasa hangat, enak banget cocok dinikmati kala udara sedang dingin-dinginnya. Oiya cocok jg bagi pasangan suami istri :D

Berapa harga wedang uwuh?? E.. coba agan2 cari aja di internet, sekitar 1 paket (tinggal naruh gelas kasih air) sekitar 2.500 – 6.000/sachet. Tp kmarin saya beli bahan2 sendiri di pasar, nggak sampai 30rb sudah sangat banyak ... cukup untuk stok 1 bulan hehee


Yach begitulah “wedang uwuh” saya . . .  hehe
*saya lanjut sruputt wedang uwuh dulu bersama istri dan anak2 tercinta... (buat anak2 disaring dulu ya gan.. biar mereka suka)