Sunday, September 7, 2014

UNDANGAN BAHASA JAWA / JOWO



KELOMPOK TANI "JATI MAKMUR"
DUKUH BIBIS

Kagem:                                                                                                        Bibis, 19 Juni 2014
Bapak/ Ibu/ Sdr : . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Ing  Palenggahan

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Kanthi nyuwun rohmat soho ridhoning Gusti Allah SWT, Ngaturi rawuh dumateng panjenengan benjang ing :
Dinten/ Tanggal       : Kamis, 19 Juni 2014
Wekdal                     : 19.00 WIB (Kasuwun Sholat Isya’ Berjamaah)
Panggenan                : Griyo Bapak SLAMET, Bibis RT 12
Wigatosipun             : Musyawarah Persiapan Musim Tanam Sub round 3
Ing wasono kawula ngaturaken gunging panuwun kanti panjurung pandongo mugi-mugi rawuh panjenengan kecatet dados amal kesaenan lan pikantuk piwelas saking Gusti Allah SWT. Amin Ya robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


                                                                                                     Taklim Kawula, 
                                                                                                 Ta’mir Masjid Baiturrahman

                                                                                                  SUGIYOTO

Wednesday, March 12, 2014

AKHIR PENYESALAN SEORANG ISTRI (Aku Menghabiskan Sepuluh Tahun untuk Membencinya, Tetapi Menghabiskan Hampir Sepanjang Sisa Hidupku untuk Mencintainya)





 Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.