Wednesday, June 12, 2013

The Power Of Invisble Hand . . .




“ Ada tangan tak terlihat yang senantiasa bekerja  untuk kita, tanpa kita sadari, dan kekuatannya melebihi apapun jua….”
Kisah ini bermula dari kejadian tujuh tahun silam. Saat itu aku baru saja lulus SMP. Aku berkeinginan melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu SMA. Harapan itu ternyata harus pupus di tengah jalan karena kondisi ekonomi dan orang tua yang tidak mendukung keputusanku. Tak sedikit guru yang menyayangkan keadaan ini, karena dari sisi akademik kemampuanku bisa di bilang cukup lumayan. Nilai ujian nasionalku rata-rata 9,3. Tentunya dengan rata-rata nilai tersebut sangat mudah bagiku untuk masuk SMA favorit. Namun, kenyataan manis itu hanya akan tinggal menjadi impian sesaat.
Di tengah keputusasaanku, ada satu guru yang menasihatiku, “Tahun depan harus sekolah lagi ya meski bagaimanapun caranya, sambil bekerja atau apapun itu.” Kata-kata itu begitu melekat dalam sanubariku hingga tiap waktu kupanjatkan harapku pada Sang Pemilik Jagad ini. Tentunya  dengan azam yang kuat “tahun depan aku harus sekolah”.
Sampai pada suatu saat, Allah tunjukkan kuasa-Nya yang begitu indah. Ketika aku menjadi panitia kajian muslimah satu kecamatan, aku diberi tugas untuk mencari pengisi acara tersebut. Tanpa pikir panjang, aku langsung teringat sosok umahat yang begitu berkharisma di mataku. Awal perjumpaanku dengan beliau adalah ketika menghadiri kajian yang diisi oleh beliau. Aku berusaha mencari nomor telepon dan alamat beliau.
Akhirnya, aku mendatangi rumah beliau dan mengutarakan maksudku. Karena terlalu sibuk, beliau tidak bisa mengisi acara yg kami adakan. Ketika itu, tiba-tiba pertanyaan yg tidak aku bayangkan terucap dari bibir indah beliau, “Adik namanya siapa?”. Aku menjawab singkat dengan menyebut namaku. Kemudian beliau berkata, “Adik mau sekolah?”  
Aku langsung tersentak mendengar kata-kata itu dan hanya terdiam. Aku hanya berpikir dalam hati, “ Ya Allah Kuasa-Mu begitu tiada terkira, kau kabulkan hajat hamba-Mu dengan cara yg tidak pernah bisa kami bayangkan.”
Betapa tidak, orang yang belum pernah aku kenal, yang baru aku lihat hari ini menawari aku untuk sekolah lagi? Harapan besar yg selama ini aku simpan. Aku pun menerima tawaran tersebutl.
Kini impianku akan terwujud dengan cara-Nya. Lewat tangan-Nya yang tidak terlihat, ia juga mengijinkan aku kuliah melalui program beasiswa. Alhamdulillah, sampai hari ini aku bisa mengamalkan ilmuku sekaligus mencari ma’isyah di salah satu sekolah di Surakarta.
Betapa tangan tak terlihat itu selalu ada untuk kita, hamba-hamba-Nya yang mau berusaha dan bersungguh-sungguh. Dari dulu, sekarang, nanti bahkan sampai kapanpun “the invisible hand”  akan tetap selalu bekerja untuk kita, ialah Allah Azza wa jalla, Subhanallah.

(Hadila; Labila, Solo)


Tuesday, May 7, 2013

BUSUKNYA KEBENCIAN


Seorang Ibu Guru Kelas II Sekolah Dasar (SD) mengadakan ‘‘permainan’’ Ibu Guru menyuruh tiap² muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.

Masing² kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci oleh murid²nya, sehingga jumlah kentang tidak ditentukan berapa tergantung jumlah orang² yang dibenci anak² muridnya.

Pada hari yang disepakati masing² murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2 ada yang 3 bahkan ada yang 5.

Seperti perintah guru mereka tiap² kentang diberi nama sesuai nama orang yang mereka benci dan murid²nya harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang²pun mulai membusuk, murid²nya mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid² Kelas II SD tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : ‘‘Bagaimana perasaan kalian setelah membawa kentang selama 1 minggu...???’’

Keluarlah keluhan dari murid² SD tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang² busuk tersebut kemanapun mereka pergi.

Sang Ibu Guru pun menjelaskan apa arti dari ‘‘permainan’’ yang mereka lakukan.

Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa² apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup...???’’

Via Wanita Shalihah

Semoga bermanfaat,silakan share semoga bermanfaat
dan menginspirasi dan menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.