Monday, December 18, 2017

Kisah Motivasi : Kompetisi Dua Penebang Kayu

Disuatu daerah terdapat sebuah kompetisi penebang kayu tahunan. Setelah berlangsung beberapa hari tibalah final dari kompetisi itu.

Di final, kompetisi itu mempertemukan dua orang penebang kayu, yaitu seorang penebang kayu yang sudah tua yang sangat berpengalaman dan lawannya adalah seorang penebang kayu yang masih muda yang tentu saja memiliki kekuatan fisik yang kuat.

Peraturan dari kompetisi ini cukup sederhana yaitu siapa yang bisa menebang pohon paling banyak dalam satu hari adalah pemenang.

Si penebang kayu muda sangat bersemangat dan pergi ke dalam hutan untuk mulai bekerja. Dia bekerja sepanjang hari dan sepanjang malam. Saat ia bekerja, ia bisa mendengar penebang kayu tua yang bekerja di bagian lain dari hutan. Setiap ia berhasil menebang pohon, ia semakin percaya diri bahwa ia akan menang di kompetisi itu.

Secara berkala suara pohon jatuh karena ditebang yang berasal dari bagian hutan yang lain akan berhenti. Hal ini menandakan bahwa penebang tua itu sedang beristirahat. Mengetahui hal tersebut, penebang muda ini mengambil kesempatan untuk terus menebang pohon dan tidak beristirahat, karena memang ia unggul dalam hal kekuatan dan stamina.

Tibalah akhir dari kompetisi tersebut, penebang kayu muda merasa yakin dia telah menang. Dia melihat di depannya terdapat tumpukan pohon yang berhasil ditebangnya dengan kerja keras.

Pada saat upacara penyerahan medali, ia berdiri di podium dengan percaya diri dan berharap akan diberikan hadiah juara utama. Di sampingnya berdiri penebang kayu tua yang terlihat sangat kelelahan sekali.

Ketika hasilnya dibacakan, si penebang kayu muda sangat terpukul mendengar bahwa penebang kayu tua secara signifikan menebang lebih banyak pohon daripada dia. Dia lalu berbalik arah menghampiri penebang kayu tua dan berkata: "Bagaimana ini bisa terjadi? Saya mendengar Anda beristirahat setiap jam dan saya bekerja terus sepanjang malam. Terlebih lagi, saya lebih kuat dan lebih bugar daripada Anda orang tua".

Sang penebang kayu tua berpaling kepadanya dan berkata: "Setiap jam, saya mengambil waktu untuk beristirahat dan mengasah kapak saya"

Moral dari cerita inspirasi ini:

Kita mungkin saja sangat menyukai pekerjaan kita, memiliki passion terhadap pekerjaan kita, bekerja dengan semangat. Sampai-sampai kita lupa mengasah kapak kita sendiri. Kita bisa mengasah kapak kita dengan berkumpul dengan keluarga, bersosialisasi dengan orang lain, memiliki waktu yang berkualitas untuk diri sendiri, merefleksikan diri, berlibur, melakukan kegiatan apapun yang bisa membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Wednesday, March 15, 2017

Sekilas Terdengar Biasa

SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA BERBAHAYA

-------

1. Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :
" Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
" Tidak ada " jawab adiknya pendek.
Saudara laki-lakinya berkata lagi, " Masa sih , apa engkau tidak berharga di sisinya?
Aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa ".

Siang itu , ketika suaminya lelah sepulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah.
Keduanya lalu terlibat pertengkaran.
Sebulan kemudian , antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya?

Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya.

---------

2. Saat arisan seorang ibu bertanya ,
" Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ya, Jeng? bukankah anak-anakmu banyak ?".

Maka , rumah yang tadinya terasa lapang , sejak saat itu , mulai dirasa sempit oleh penghuninya.
Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

----------

3. Seorang teman bertanya , " Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab
" 1,5 juta rupiah ".
"Cuma 1,5 juta rupiah?? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya.
Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko , pemilik toko menolak dan malah mem-PHK nya.
Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

----------

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu ,
" Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan Kek ?"
Si kakek menjawab ,
" Sebulan sekali ".
Yang bertanya menimpali ,
"Wah... keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu    lebih sering ".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat lapang dan rela terhadap anak-anaknya.
Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

----------

#Hikmah

Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas ??.

Karena itu , jagalah diri dan lisan dari mencampuri kehidupan orang lain dg mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki.
Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka , dst... dst...

Kita akan menjadi #agen_kerusakan di muka bumi dengan cara ini.
Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri , bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Semoga bermanfaat.