Wednesday, January 14, 2015

MANTRA ORANG SAKIT DARI JAWA


Ojo Percoyo


Seorang anak Papua,
Usia 10 tahun, namanya Johannes Goram.

Suatu hari, Goram lari menemui Pak Purwadi.

Goram meminta Pak Purwadi untuk mengobati anjingnya yang sekarat.

Pak Pur tersenyum dan mengiyakan. Mereka berdua menuju rumah Goram.

Melihat anjing tersebut sedang sekarat, Pak Pur yang asli Bantul itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dalam bahasa Jawa:
"Su, Asu (jing, anjing), nek kowe arep mati yo mati o (kalau kamu mau mati ya mati aja), nek arep urip yo waras o (Kalau mau hidup, sembuhlah).

Goram yang tidak bisa bahasa Jawa berpikir Pak Pur menggunakan bahasa Latin.

Diam2 Goram menghafalkan kata2 yang dia kira mantra / do'a itu.

Setelah itu pak Pur langsung pulang.

Beberapa hari kemudian, Goram lari2 ke rumah pak Pur bermaksud melaporkan kalau anjingnya sudah sembuh.

Namun ternyata Pak Purwadi sedang sakit. Goram terkejut, langsung menuju ke kamar Pak Pur dan menempelkan telapak tangannya ke jidat pak Pur.

Selanjutnya Goram membaca mantra :

"Su, asu, nek kowe arep mati yo mati o, nek arep urip yo waras o."

Pak Purwadi kaget dan tertawa langsung sembuh.

Siapa yang hari ini lagi sakit? Senyum & tawamu setelah membaca ini, juga membuatmu sembuh & pulih ya.
Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur bagi kita.

— bersemangat :)

Sumber: no name

Wednesday, October 29, 2014

True Story "Totto- Chan Gadis Cilik Di Jendela"



Ada seorang anak yang sebenarnya “sangat cerdas dan murah hati” hanya saja suka bicara, dan lincah bergerak Toto Chan namanya, namun sekolah di Jepang kala itu lebih menyukai anak yang diam, duduk dan menuruti semua perintah gurunya.


Al hasil Toto Chan selalu dianggap bermasalah, sampai ia akhirnya menemukan sebuah sekolah yang bernama Tomugakuen yang di kepalai oleh Sosaku Kobayashi San (seorang seniman). Seorang yang sabar, lembut dan sangat memahami dan mengerti dunia anak.

Dan akhirnya Totochan bersekolah disana bersama anak2 lainnya yang senasib. dan Hasilnya anak2 lulusan sekolah ini SEMUANYA menjadi anak2 yang sukses di kehidupan "TIDAK SATUPUN ADA YANG BOLEH GAGAL", termasuk Toto Chan sendiri yang sekarang menjadi Duta Kemanusiaan PBB.

Kisahnya sangat menarik dan menawan, ringan enak di baca namun penuh akan makna yang menyadarkan para orang tua dan guru akan pentingnya sebuah sekolah yang memahami anak dan bukan anak yang harus memahami guru dan sekolahnya.




Ingin baca cerita totto chan, 

Download E-book nya :
Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela