Monday, February 13, 2012

''KISAH NYATA KETEGARAN WANITA SHOLIHAH''


Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)
 ***
 Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
 ’’Ayah Sayang Bunda…."
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita.. Aku menjadi perempuan yg paling bahagia….. Pernikahan kami sederhana namun meriah….. Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu.. Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…. Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.


Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut.


Suatu kali Rasulullah SAW bersama Abu Bakar ra., Umar bin Khthab ra., Utsman bin Affan ra. bertamu ke rumah Ali bin Abi Thalib ra. Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW yang merupakan isteri Ali, menghidangkan madu dalam mangkuk. Ketika madu dihidangkan, sehelai rambut terikut dalam mangkuk. Rasul lalu meminta semua mebuat perbandingan terhadap mangkuk, madu, dan sehelai rambut itu.
 Abu Bakar ra. memulai, "Iman itu lebih cantik dari mangkuk cantik ini. Orang beriman lebih manis dari madu. Dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut".
 Umar ra. menyahut, "Kerajaan lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Seorang raja lebih manis dari madu. Dan memerintah dengan adil lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Utsman ra bertutur, "Ilmu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang menuntut ilmu lebih manis dari madu. Dan beramal dengan ilmu yang dimiliki lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Ali ra. menyahut, "Tamu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu lebih manis dari madu. Dan membuat tamu senang sampai kembali pulang lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Fatimah Az-Zahra pun menimpali, "Seorang wanita lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Wanita yang berpurdah lebih manis dari madu. Dan mendapatkan wanita yang tak pernah dilihat (auratnya) oleh orang lain kecuali muhrimnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Rasulullah SAW pun tersenyum, kemudian beliau bersabda, " Seseorang yang mendapatkan taufik (petunjuk) untuk beramal lebih cantik dari mangkuk yang cantik. Beramal baik lebih manis dari madu. Dan berbuat amal dengan hati ikhlas lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Jibril as. pun turut berkata, "Menegakkan pilar-pilar agama lebih cantik dari mangkuk cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk agama lebih manis dari madu. Dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Kemudian Allah SWT berfirman, "Surga-Ku lebih cantik dari mangkuk yang cantik. Nikmat Surga-Ku lebih manis dari madu. Dan jalan menuju Surga-Ku lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
 Begitulah keseharian Rasulullah SAW dan para sahabatnya, senantiasa mencari dan memberi yang terbaik di jalan yang di Ridhoi Allah SWT. Bagaimana dengan kita ?.
 Wallahua'lam,.
 (Hikmah - Republika).