Wednesday, January 25, 2012

Orang Tua Kaya Dengan Seorang Anak Yang Bijak . ..


Tidak semua yang kita miliki hanya bisa diukur dari kasat mata dan nilai duniawinya semata, banyak hal dalam hidup ini yang lebih bermakna. Bila Anda sudah merasa memiliki harta benda banyak coba tanyakan pada nurani Anda, sudah bahagiakah Anda dengan harta tersebut?
Dalam tulisan hikmah berikut, Mengajak para sahabat sekalian untuk bisa lebih dalam memaknai arti hakikat hidup yang sesungguhnya, harta bukan tujuan melainkan hanya alat dan media, mari kita simak cerita ringkas berikut: 

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya:
‘ Bagaimana perjalanan kali ini?’
‘ Wah, sangat luar biasa Ayah’
‘ Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin’ kata ayahnya.
‘ Oh iya’ kata anaknya
‘ Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?’ tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.
‘ saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.’
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan
‘ Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.’
Kebersamaan, persaudaraan dan tolong menolong sebuah nilai dalam masyarakat yang tidak bisa dihargai dengan uang semata. Kebersamaan, persaudaraan dan tolong menolong sebuah nilai dalam masyarakat yang tidak bisa dihargai dengan uang semata. Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

Friday, January 20, 2012

Profesionalisme Seorang Pengamen

Waktu itu baru mau pulang dari semarang, dalam perjalanan seperti biasanya aku mampir makan di rumah makan dipinggir jalan (tepate warung..hehee). Selagi aku menikmati makan siangku tiba-tiba datang seorang pengamen yang langsung bernyanyi membawakan lagu yang sama sekali tidak aku kenal, karena tidak mau makan siangku terganggu oleh suaranya aku pun langsung memberinya selembar uang ribuan dan berharap pengamen tersebut segera menghentikan nyanyiannya dan langsung pergi tetapi setelah aku beri uang pengamen tersebut tetap bernyanyi dengan suaranya yang pas-pasan (jika tidak disebut jelek). melihat ketidaknyamananku ibu sang empunya rumah makan menegur pengamen tersebut
"mas, kan udah di kasih uangnya, kenapa enggak pergi aja,kasihan si masnya lagi makan tuh!" 
Seolah tidak mendengar teguran dari si Ibu pengamen tersebut tetap bernyanyi sampai lagu yang dia bawakan selesai. Setelah selesai menyanyikan lagu sang pengamen tersebut sebelum pergi mengucapkan terima kasih padaku dan bilang pada si Ibu 
" Maaf bu, saya udah dibayar sama si mas ini (sambil menunjuk padaku) jadi saya harus menyanyikan lagu saya sampai selesai." 
sesaat saya terheran-heran karena biasanya jika sudah dibayar meskipun lagunya belum selesai pengamen yang lain akan langsung menghentikan lagunya dan langsung pergi dan sebenarnya itu pula yang menjadi alasanku memberi uang lebih awal karena tidak mau terganggu makanku oleh suara dari pengamen tersebut.

Dalam hati saya bergumam "Pengamen yang aneh!" tapi meskipun demikian aku merasa kagum dengan sikap pengamen tersebut yang tak mau menerima uang tanpa kerjanya selesai (dalam hal ini menyanyikan lagu untuk orang lain), karena diluar sana banyak sekali orang kantoran yang tiap bulan menerima gaji tapi kerjanya tidak maksimal terkadang hanya bermain game di komputer saat jam kerja atau jalan-jalan di mall ketika jam kantor belum selesai. jadi ternyata sang pengamen yang saya temui tersebut lebih profesional dari orang kantoran..salut!!...