Friday, January 20, 2012

Profesionalisme Seorang Pengamen

Waktu itu baru mau pulang dari semarang, dalam perjalanan seperti biasanya aku mampir makan di rumah makan dipinggir jalan (tepate warung..hehee). Selagi aku menikmati makan siangku tiba-tiba datang seorang pengamen yang langsung bernyanyi membawakan lagu yang sama sekali tidak aku kenal, karena tidak mau makan siangku terganggu oleh suaranya aku pun langsung memberinya selembar uang ribuan dan berharap pengamen tersebut segera menghentikan nyanyiannya dan langsung pergi tetapi setelah aku beri uang pengamen tersebut tetap bernyanyi dengan suaranya yang pas-pasan (jika tidak disebut jelek). melihat ketidaknyamananku ibu sang empunya rumah makan menegur pengamen tersebut
"mas, kan udah di kasih uangnya, kenapa enggak pergi aja,kasihan si masnya lagi makan tuh!" 
Seolah tidak mendengar teguran dari si Ibu pengamen tersebut tetap bernyanyi sampai lagu yang dia bawakan selesai. Setelah selesai menyanyikan lagu sang pengamen tersebut sebelum pergi mengucapkan terima kasih padaku dan bilang pada si Ibu 
" Maaf bu, saya udah dibayar sama si mas ini (sambil menunjuk padaku) jadi saya harus menyanyikan lagu saya sampai selesai." 
sesaat saya terheran-heran karena biasanya jika sudah dibayar meskipun lagunya belum selesai pengamen yang lain akan langsung menghentikan lagunya dan langsung pergi dan sebenarnya itu pula yang menjadi alasanku memberi uang lebih awal karena tidak mau terganggu makanku oleh suara dari pengamen tersebut.

Dalam hati saya bergumam "Pengamen yang aneh!" tapi meskipun demikian aku merasa kagum dengan sikap pengamen tersebut yang tak mau menerima uang tanpa kerjanya selesai (dalam hal ini menyanyikan lagu untuk orang lain), karena diluar sana banyak sekali orang kantoran yang tiap bulan menerima gaji tapi kerjanya tidak maksimal terkadang hanya bermain game di komputer saat jam kerja atau jalan-jalan di mall ketika jam kantor belum selesai. jadi ternyata sang pengamen yang saya temui tersebut lebih profesional dari orang kantoran..salut!!...

Thursday, December 22, 2011

Kawan di kolong langit...

Kenapa kalian gelisah
Matahari sekarang telah meneluarkan segala kemampuannya
Bintang sekarang tak terlalu penting bagi kita 
Mataharilah yang selalu mengawasi perjalanannmu
Bintang di malam hari adalah keniscayaan
Yang ada hanyalah cahaya lilin dikamar
Lilin yang selalu bisa menerangi sekitarnya dengan cara menyakiti dirinya

Aku menengok keluar jendela
Aku ingin menulis kawan
Dalam kehidupan kadang kita harus bisa melupakan sesuatu yang kita anggap indah
Bintang diatas sana pernah menjadi harapan
Tetapi itu bukan untuk saat ini
Karena aku tidak ingin dimanjakan dengan keberadaan mu..

Teman dari kolong langit
Jangan pernah letih, untuk sebuah cita2
Seumuran kita lebih baik berteman dengan panasnya matahari
Ketimbang dengan indahnya bintang
Semoga kalian mengerti, mendungnya harapan terletak pada jiwa kalian


Andrie
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000302792636